Minggu, 19 Juni 2011

20 tips untuk Solo Traveller

20 Solo Travel Tips for Women (and Men)
Ingin mencoba solo traveling (dan menemukan Felipe Anda, jika beruntung)? Merangkum dari berbagai sumber, di bawah ini ada beberapa tips untuk para solo traveler pemula:

Keselamatan dan Keamanan
(1) Selalu cari tahu lebih dahulu tentang budaya yang terdapat di daerah tersebut.
(2) Cobalah bersikap seperti warga lokal.
(3) Hindari menggunakan pakaian yang terlalu terbuka dan gadget yang terlihat mahal, bersikaplah konservatif dan sederhana.
(4) Yakinkan bahwa ada seseorang yang tahu di mana Anda berada, baik itu resepsionis hostel maupun teman Anda. Jangan lupa tinggalkan draft itinerary Anda kepada orang rumah.
(5) Ketahui dan pelajari bahasa percakapan lokal mendasar. Atau selalu bawalah buku percakapan dasar ke manapun Anda pergi.
(6) Gunakan cincin kawin (walaupun Anda belum menikah), ini berguna untuk mencegah datangnya gangguan tertentu untuk para solo traveler wanita.
(7) Percayai insting Anda. Apabila insting Anda mengatakan bahwa sesuatu itu berbahaya, hindari secepat mungkin.
(8) Gunakan tanda "Do Not Disturb" ("Jangan Diganggu") di pintu kamar Anda.
The Joy of Being Alone(9) Saat makan di luar, ambillah tempat duduk di pojok cafe/restoran yang memiliki pemandangan keluar.
(10) Bawalah bacaan atau jurnal untuk menulis sebagai pengisi waktu saat Anda menunggu sesuatu maupun sedang bersantai.
(11) Nikmatilah mengamati orang yang lalu lalang beserta kesibukannya masing-masing, juga asahlah "the fine art of eavesdropping" (seni mencuri dengar) Anda.

Merasa kesepian?
(12) Teleponlah keluarga atau teman Anda di rumah.
(13) Cari sambungan internet dan buka akun Facebook Anda untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman di rumah.
(14) Sebelum berangkat jalan-jalan, bawalah sarung bantal Anda dari rumah dan gunakan di kamar tempat Anda menginap. Terkadang membawa satu benda yang familiar dengan tempat asal Anda akan sedikit mengobati homesick.
(15) Buatlah network sebelum Anda bepergian, baik itu dari temannya teman, kenalan orangtua Anda, dan semacamnya. Paling tidak Anda akan merasa aman apabila di tempat tujuan ada seseorang yang bisa Anda hubungi segera bila terjadi sesuatu.
(16) Keluar dari kamar Anda dan buatlah teman baru.

Mari Berteman
(17) Siap-siap untuk nongkrong di common room hostel Anda dan mulailah mencari teman mengobrol, carilah para backpacker yang terlihat santai dan ramah untuk diajak mengobrol.
(18) Bergabunglah dengan guided tour agar bertemu dengan traveler lainnya.
(19) Ikuti kelas yang terkadang disediakan oleh pihak hostel, contohnya: kelas memasak makanan Thailand, kelas yoga di India, dan sejenisnya.
(20) Senyum dan bertanyalah. Terkadang satu pertanyaan akan menjadi awal dari sebuah percakapan yang menyenangkan dengan seorang teman baru.

Akhir kata, mengutip Marybeth Bond, seorang travel writer dan female solo traveler berpengalaman:
"Be brave and take the plunge - try traveling solo, you may become a convert. Remember, it is better to BE alone than to wish you WERE alone."

Tips: Do's and Don'ts in Singapore

Singapura? Negara bersimbol singa dengan badan duyung ini memang merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan Indonesia. Namun ada beberapa hal yang perlu/harus dan jangan dilakukan selama traveling ke Singapura:

Do's:
  1. Minum:
    Kalo haus di tengah jalan, masuk aja ke toilet umum. Di sana kita bisa minum air krannya. Jangan khawatir dan ga usah malu, seluruh air kran di Singapur itu terjamin bersih & ga mengandung bakteri. Lebih enak lagi di bandara Changi, airnya duinggiinn.
  2. Transportasi:
    Gunakan MRT (Mass Rapid Transportation) ke mana-mana, apalagi untuk jarak jauh. Ikutan antri 1 baris ya kalo mo masuk MRT, jangan nyelak. ;)
  3. Oleh-oleh:
    Beli souvenir di Arab street. 15 buah gantungan kunci dijual seharga $10, kalau beli di Bugis Junstion bakal lebih mahal, maksimal kita cuma dapet 12 buah gantungan kunci untuk $10.
  4. Menikmati Singapura:
    Kongkow di Esplanade, jalan aja dari Merlion Park terus aja arah Esplanade. Pada malam hari di sana banyak yang kongkow. Ga perlu beli makanan/minuman di resto, cukup beli di 7/11 (Seven Eleven) aja. Duduk deh menikmati Singapore River sampai pagi.

Don'ts:
Singapore is a FINE city. (Fine di sini memiliki arti harfiah: "baik" atau "denda"). Yup, Singapura itu negara denda, segala sesuatu yang tidak sesuai pasti bakal didenda.

Memang kalo dilihat-lihat kita tidak akan bertemu polisi di jalan, tapi jangan salah, setiap sudut kota dipasang surveillance camera dan banyak polisi yang menyamar juga. So, jangan macem-macem deh. Contoh denda yang seringkali tertera di ruang publik Singapura adalah seperti ini:
  1. No littering or spitting in public area, FINE $1000
  2. No drinking and eating in public transportation (Bus, MRT, Taxi, etc).
    Catatan: Kalau mau minum atau ngemil, lebih baik di terminal atau stasiunnya saja.
  3. No smoking in a public area, Fine $1000
  4. No feeding the birds, FINE $1000
Jangan heran kalo negara kecil ini jauh lebih tertib dan bersih ketimbang di Indonesia. penduduknya pun tidak ada yg ngelanggar aturan-aturan ini, justru mereka ngerasa malu kalo melakukan semua yang tertulis di atas itu. Orang Indonesia pun ikut-ikutan tertib di Singapura, lalu kenapa kita nggak bisa tertib dan diatur juga ya kalo di negara sendiri? Tanya kenapa??

Jumat, 17 Juni 2011

8 tip untuk tetap fit saat melakukan perjalanan

Saat saya dan teman-teman akan melakukan perjalanan yang cukup lama atau lebih dari tiga hari, salah satu hal yang kami sepakati dari awal adalah menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin agar tidak merusak perjalanan dan merepotkan teman jalan. Dengan menghargai kesepakatan tersebut, untungnya hingga saat ini kami tidak pernah terkena penyakit yang berarti saat sedang berada di jalan.

Healthy Traveler | by lululemon athletica

Kiat-kiat inilah yang kami lakukan agar tetap sehat selama di perjalanan:
  1. Apabila keluar negeri, cari tahu dahulu peraturan kesehatan negara yang didatangi. Apakah ada vaksinasi yang dibutuhkan apa tidak.
  2. Minum vitamin C dosis tinggi sekali sehari.
  3. Sering-sering minum air putih. Biasanya kami membeli air mineral 1 literan untuk bekal minum kami.
  4. Membawa obat-obatan darurat yang dibutuhkan, tergantung kebutuhan masing-masing individu. Contoh: Balsem, minyak kayu putih, dan permen jahe akan membantu mengatasi rasa mual yang kadang timbul saat perjalanan jauh dengan kendaraan. Teman saya membawa CTM untuk jaga-jaga apabila terkena alergi.
  5. Kami hanya makan junk food jika terpaksa. Usahakan untuk makan yang "benar" sekali sehari, sempatkan makan lauk yang bergizi.
  6. Kami sering membeli buah sebagai snack di jalan.
  7. Cukupkan olahraga dengan sering-sering jalan kaki, naik tangga, bersepeda, dan semacamnya.
  8. Cukupkan istirahat. Jangan memforsir tubuh untuk mengejar jadwal berjalan-jalan hingga menyebabkan kelelahan yang sangat. Apabila memang seharian sudah memforsir tubuh, usahakan agar jadwal besoknya diatur agar lebih santai.

15 tanda penyakit backpacker

  1. Anda selalu membawa cadangan botol minum di dalam tas Anda,
  2. Anda mengoleksi peta-peta yang disediakan gratis (termasuk peta Dufan dan semacamnya),
  3. Saat berada di toko buku, Anda langsung mengarah ke bagian Travel,
  4. Setiap hari Anda memeriksa promosi tiket pesawat murah di internet,
  5. Anda merasa gelisah apabila selama 6 bulan ke depan belum ada rencana bepergian,
  6. Anda merasa seperti bermain online game saat booking tiket promo,
  7. Anda sudah memiliki cadangan beberapa itinerary perjalanan ke beberapa destinasi, walaupun tiket belum ada di tangan,
  8. Semua teman Anda bertanya dan meminta bantuan Anda saat mereka ingin bepergian ke tempat yang asing,
  9. Setiap kali pulang bepergian ke suatu tempat setidaknya Anda memiliki satu teman baru,
  10. Memajang foto-foto destinasi yang belum didatangi di kamar tidur Anda dan memandangi mereka sebelum tidur,
  11. Koleksi buku Anda kebanyakan merupakan travel guide, kumpulan catatan perjalanan para pejalan, dan semuanya berkaitan dengan jalan-jalan,
  12. Anda dapat mengepak barang-barang ke dalam backpack Anda cukup dengan waktu 30 menit atau kurang,
  13. Hobi menggunakan transportasi umum di mana pun Anda berada,
  14. Anda menguasai kata-kata sapaan dalam berbagai macam bahasa,
  15. Kondisi keuangan Anda seringkali menipis bukan karena biaya hidup, namun karena sering kalap membeli tiket promo.
Merasa familiar?