Minggu, 19 Juni 2011

Backpacking Glosarry

"Glossary", atau "glosarium" dalam Bahasa Indonesia, adalah daftar kata atau istilah yang terkait dengan topik tertentu. Menyadari bahwa banyak istilah yang bersangkutan dengan backpacking dalam bahasa Inggris dan belum ada terjemahan Bahasa Indonesia-nya yang tepat (sehingga tidak semua orang familiar dengan istilah-istilah tersebut), kali ini saya akan mendaftar beberapa istilah tersebut.

B
BackpackersBackpack:
Ransel atau carrier yang digunakan para backpacker dalam melakukan perjalanan. Dapat dibilang backpack adalah "rumah" para backpacker yang sedang melakukan perjalanan. Tujuan penggunaan backpack adalah agar memudahkan mobilitas, tidak perlu menggeret-geret koper yang berat, terutama karena backpacking adalah kegiatan yang membutuhkan mobilitas tinggi (contoh: naik turun kendaraan umum, naik tangga di penginapan yang tidak memiliki fasilitas lift, dsb).

Backpacker:
Orang yang melakukan kegiatan backpacking dan berorientasi kepada low budget traveling atau melakukan perjalanan dengan dana terbatas.

Backpacking:
Kegiatan melakukan perjalanan dengan menggunakan backpack. Pada umumnya yang dicari dalam kegiatan backpacking adalah mencari pengalaman dan unsur petualangan dalam mengeksplorasi suatu tempat. Lihat di sini untuk definisi "backpacking" yang lebih mendalam.

Budget travel:
Istilah lain dari backpacking, intinya adalah melakukan perjalanan dengan biaya terbatas tanpa mengurangi unsur bersenang-senang sekaligus mencari pengalaman.

Budget/Low-cost airlines:
Maskapai penerbangan yang memberikan harga ekonomis dalam penjualan tiket pesawatnya, oleh karena itu fasilitas yang diberikan biasanya amat terbatas, apalagi bila dibandingkan maskapai penerbangan konvensional lainnya. Beberapa low-cost airlines yang terkenal saat ini dan beroperasi di Indonesia adalah AirAsia, Jet Star, Tiger Airways, dan Cebu Pacific.


C
Career BreakCareer break:
Periode istirahat (time out period) dari pekerjaan. Career break umum ditemukan di UK dan US, dan sayangnya career break ini masih tidak umum dilakukan di Indonesia. Secara tradisional, career break digunakan untuk para ibu dalam membesarkan anak-anaknya, namun dewasa ini banyak digunakan untuk pengembangan pribadi/profesional, salah satunya adalah untuk melakukan perjalanan. Biasanya jangka waktu career break bervariasi, mulai dari sebulan hingga dua tahun. Sumber: Wikipedia
Couchsurfing:
CouchSurfing adalah jaringan pertemanan yang memiliki komunitas dengan minat yang sama, yakni traveling. CouchSurfing merupakan salah satu cara untuk berkeliling dunia dengan cara hemat dan seru. Para pejalan dapat menginap dengan gratis di rumah para couchsurfer, timbal baliknya adalah Anda mendapatkan teman warga lokal dan pengalaman hidup seperti warga lokal. Selain CouchSurfing, adapula Hospitality Club yang memiliki konsep serupa.


D
DaypackDaypack:
Daypack adalah ransel yang ukurannya lebih kecil dari backpack/carrier. Digunakan para backpacker untuk perjalanan sehari-hari berkeliling kota. Tinggalkan backpack Anda yang berat di hostel, dan gunakan daypack untuk kemudahan mobilitas!


G

Gap YearGap year:
Konsep gap year serupa dengan career break. Namun pelakunya adalah pelajar yang baru lulus sekolah/kuliah dan menyediakan waktu lowong untuk melakukan perjalanan sebelum memulai sekolah lagi ataupun sebelum memasuki dunia kerja. Gap year ini amat umum dan dianjurkan di negara Barat. Destinasi perjalanan yang umum ditempuh adalah berkeliling Eropa atau Asia Tenggara. Sumber: Wikipedia

Globetrotter/globehopper:
Istilah untuk para pejalan yang seringkali melakukan perjalanan keliling dunia ke banyak negara.


H
HostelHostel:
Penginapan dengan harga ekonomis yang biasanya digunakan oleh para backpacker. Tipe kamar hostel ada dua jenis: private dan dormitory. Pada umumnya hostel memiliki ruang bersama dan para pejalan dapat memasak sendiri. Living in a Hostel memiliki penjelasan yang cukup informatif mengenai jenis penginapan ini.


I

Independent travel:
Perjalanan independen adalah perjalanan tanpa menggunakan bantuan biro travel. Dari perencanaan perjalanan hingga perencanaan dana dilakukan sendiri oleh pejalan. Biasanya dilakukan oleh para pejalan yang menginginkan waktu lebih banyak dalam mengeksplor suatu tempat. Perjalanan independen ini umum dilakukan oleh para backpacker.


R
RTW TripRTW trip:
Singkatan dari Round-The-World trip, yakni perjalanan mengelilingi dunia.


S
Sabbatical
:
Serupa dengan career break dan gap year, sabbatical adalah periode istirahat dari aktivitas wajib sehari-hari untuk fokus dalam mengembangkan diri secara pribadi maupun profesional.


T
Travel BugTravel bug:
Istilah yang artinya adalah dorongan kuat untuk terus melakukan perjalanan dan mengeksplor tempat-tempat baru.


V
Vagabond
:
Orang yang seringkali melakukan perjalanan dan nomaden, yakni tidak memiliki tempat tinggal yang tetap karena seringnya bepergian.


W
Wanderlust
:
Serupa dengan travel bug, wanderlust adalah dorongan kuat untuk terus melakukan perjalanan dan mengeksplor tempat-tempat baru.


+ + + + +

Ada yang ingin menambahkan? Oh ya, karena glosarium ini hanya berdasarkan pemahaman saya, harap maklum ya apabila ada kesalahan dan saya harapkan koreksinya. :)

20 tips untuk Solo Traveller

20 Solo Travel Tips for Women (and Men)
Ingin mencoba solo traveling (dan menemukan Felipe Anda, jika beruntung)? Merangkum dari berbagai sumber, di bawah ini ada beberapa tips untuk para solo traveler pemula:

Keselamatan dan Keamanan
(1) Selalu cari tahu lebih dahulu tentang budaya yang terdapat di daerah tersebut.
(2) Cobalah bersikap seperti warga lokal.
(3) Hindari menggunakan pakaian yang terlalu terbuka dan gadget yang terlihat mahal, bersikaplah konservatif dan sederhana.
(4) Yakinkan bahwa ada seseorang yang tahu di mana Anda berada, baik itu resepsionis hostel maupun teman Anda. Jangan lupa tinggalkan draft itinerary Anda kepada orang rumah.
(5) Ketahui dan pelajari bahasa percakapan lokal mendasar. Atau selalu bawalah buku percakapan dasar ke manapun Anda pergi.
(6) Gunakan cincin kawin (walaupun Anda belum menikah), ini berguna untuk mencegah datangnya gangguan tertentu untuk para solo traveler wanita.
(7) Percayai insting Anda. Apabila insting Anda mengatakan bahwa sesuatu itu berbahaya, hindari secepat mungkin.
(8) Gunakan tanda "Do Not Disturb" ("Jangan Diganggu") di pintu kamar Anda.
The Joy of Being Alone(9) Saat makan di luar, ambillah tempat duduk di pojok cafe/restoran yang memiliki pemandangan keluar.
(10) Bawalah bacaan atau jurnal untuk menulis sebagai pengisi waktu saat Anda menunggu sesuatu maupun sedang bersantai.
(11) Nikmatilah mengamati orang yang lalu lalang beserta kesibukannya masing-masing, juga asahlah "the fine art of eavesdropping" (seni mencuri dengar) Anda.

Merasa kesepian?
(12) Teleponlah keluarga atau teman Anda di rumah.
(13) Cari sambungan internet dan buka akun Facebook Anda untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman di rumah.
(14) Sebelum berangkat jalan-jalan, bawalah sarung bantal Anda dari rumah dan gunakan di kamar tempat Anda menginap. Terkadang membawa satu benda yang familiar dengan tempat asal Anda akan sedikit mengobati homesick.
(15) Buatlah network sebelum Anda bepergian, baik itu dari temannya teman, kenalan orangtua Anda, dan semacamnya. Paling tidak Anda akan merasa aman apabila di tempat tujuan ada seseorang yang bisa Anda hubungi segera bila terjadi sesuatu.
(16) Keluar dari kamar Anda dan buatlah teman baru.

Mari Berteman
(17) Siap-siap untuk nongkrong di common room hostel Anda dan mulailah mencari teman mengobrol, carilah para backpacker yang terlihat santai dan ramah untuk diajak mengobrol.
(18) Bergabunglah dengan guided tour agar bertemu dengan traveler lainnya.
(19) Ikuti kelas yang terkadang disediakan oleh pihak hostel, contohnya: kelas memasak makanan Thailand, kelas yoga di India, dan sejenisnya.
(20) Senyum dan bertanyalah. Terkadang satu pertanyaan akan menjadi awal dari sebuah percakapan yang menyenangkan dengan seorang teman baru.

Akhir kata, mengutip Marybeth Bond, seorang travel writer dan female solo traveler berpengalaman:
"Be brave and take the plunge - try traveling solo, you may become a convert. Remember, it is better to BE alone than to wish you WERE alone."

Tips: Do's and Don'ts in Singapore

Singapura? Negara bersimbol singa dengan badan duyung ini memang merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan Indonesia. Namun ada beberapa hal yang perlu/harus dan jangan dilakukan selama traveling ke Singapura:

Do's:
  1. Minum:
    Kalo haus di tengah jalan, masuk aja ke toilet umum. Di sana kita bisa minum air krannya. Jangan khawatir dan ga usah malu, seluruh air kran di Singapur itu terjamin bersih & ga mengandung bakteri. Lebih enak lagi di bandara Changi, airnya duinggiinn.
  2. Transportasi:
    Gunakan MRT (Mass Rapid Transportation) ke mana-mana, apalagi untuk jarak jauh. Ikutan antri 1 baris ya kalo mo masuk MRT, jangan nyelak. ;)
  3. Oleh-oleh:
    Beli souvenir di Arab street. 15 buah gantungan kunci dijual seharga $10, kalau beli di Bugis Junstion bakal lebih mahal, maksimal kita cuma dapet 12 buah gantungan kunci untuk $10.
  4. Menikmati Singapura:
    Kongkow di Esplanade, jalan aja dari Merlion Park terus aja arah Esplanade. Pada malam hari di sana banyak yang kongkow. Ga perlu beli makanan/minuman di resto, cukup beli di 7/11 (Seven Eleven) aja. Duduk deh menikmati Singapore River sampai pagi.

Don'ts:
Singapore is a FINE city. (Fine di sini memiliki arti harfiah: "baik" atau "denda"). Yup, Singapura itu negara denda, segala sesuatu yang tidak sesuai pasti bakal didenda.

Memang kalo dilihat-lihat kita tidak akan bertemu polisi di jalan, tapi jangan salah, setiap sudut kota dipasang surveillance camera dan banyak polisi yang menyamar juga. So, jangan macem-macem deh. Contoh denda yang seringkali tertera di ruang publik Singapura adalah seperti ini:
  1. No littering or spitting in public area, FINE $1000
  2. No drinking and eating in public transportation (Bus, MRT, Taxi, etc).
    Catatan: Kalau mau minum atau ngemil, lebih baik di terminal atau stasiunnya saja.
  3. No smoking in a public area, Fine $1000
  4. No feeding the birds, FINE $1000
Jangan heran kalo negara kecil ini jauh lebih tertib dan bersih ketimbang di Indonesia. penduduknya pun tidak ada yg ngelanggar aturan-aturan ini, justru mereka ngerasa malu kalo melakukan semua yang tertulis di atas itu. Orang Indonesia pun ikut-ikutan tertib di Singapura, lalu kenapa kita nggak bisa tertib dan diatur juga ya kalo di negara sendiri? Tanya kenapa??

Jumat, 17 Juni 2011

8 tip untuk tetap fit saat melakukan perjalanan

Saat saya dan teman-teman akan melakukan perjalanan yang cukup lama atau lebih dari tiga hari, salah satu hal yang kami sepakati dari awal adalah menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin agar tidak merusak perjalanan dan merepotkan teman jalan. Dengan menghargai kesepakatan tersebut, untungnya hingga saat ini kami tidak pernah terkena penyakit yang berarti saat sedang berada di jalan.

Healthy Traveler | by lululemon athletica

Kiat-kiat inilah yang kami lakukan agar tetap sehat selama di perjalanan:
  1. Apabila keluar negeri, cari tahu dahulu peraturan kesehatan negara yang didatangi. Apakah ada vaksinasi yang dibutuhkan apa tidak.
  2. Minum vitamin C dosis tinggi sekali sehari.
  3. Sering-sering minum air putih. Biasanya kami membeli air mineral 1 literan untuk bekal minum kami.
  4. Membawa obat-obatan darurat yang dibutuhkan, tergantung kebutuhan masing-masing individu. Contoh: Balsem, minyak kayu putih, dan permen jahe akan membantu mengatasi rasa mual yang kadang timbul saat perjalanan jauh dengan kendaraan. Teman saya membawa CTM untuk jaga-jaga apabila terkena alergi.
  5. Kami hanya makan junk food jika terpaksa. Usahakan untuk makan yang "benar" sekali sehari, sempatkan makan lauk yang bergizi.
  6. Kami sering membeli buah sebagai snack di jalan.
  7. Cukupkan olahraga dengan sering-sering jalan kaki, naik tangga, bersepeda, dan semacamnya.
  8. Cukupkan istirahat. Jangan memforsir tubuh untuk mengejar jadwal berjalan-jalan hingga menyebabkan kelelahan yang sangat. Apabila memang seharian sudah memforsir tubuh, usahakan agar jadwal besoknya diatur agar lebih santai.