Senin, 20 Juni 2011

Pulau Komodo, Hunian Para Kadal Purba Raksasa

Salah seorang teman saya baru saja pulang dari Taman Nasional Komodo, di Kepulauan Nusa Tenggara. Ia mendapat semacam beasiswa jalan-jalan gratis dari Kementrian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia, sekaligus untuk turut mendokumentasikan salah satu finalis 7 keajaiban dunia tersebut. Wah jadi penasaran juga saya menunggu ceritanya, soalnya saya sendiri belum pernah ke sana. Sayang kami tidak sempat bertemu waktu ia mampir di Jakarta. Jadi sekarang saya tinggal bersabar saja menunggu ia mulai menulis catatan perjalanannya, hehehe...

Backpacker wanita berparas manis yang berkerudung ini juga sempat berkata kepada saya, "Kamu harus ke Flores mbak! Sumpah, keren gak karuan!" Aiihh, saya jadi ngiler pengen jalan-jalan juga ke Indonesia Timur, apalagi setelah melihat foto-fotonya... Put, Put, lain kali kamu harus jadi guide saya ya kalo sedang keliling-keliling ke sana lagi... :)


Komodo Island | by leafbug

Fakta Menarik tentang Komodo
Ingat si Komo? Tokoh fiksi ciptaan Kak Seto yang sering bikin macet jalanan? Walaupun komodo digambarkan secara lucu dan bijaksana pada karakter tersebut, tak disangka-sangka kadal purba terbesar di dunia yang tampak tenang tersebut adalah hewan karnivora yang cukup mematikan. Dalam sekali makan, ia dapat menampung hingga 80% dari bobot tubuhnya.

Komodo dragon a.k.a "Ora" | by Eric Kilby

Ngomong-ngomong soal komodo, kalian pernah menonton film Hollywood berdana rendah berjudul nama hewan purba tersebut tidak? Saya pernah (dan menyesal). Di film itu digambarkan bahwa komodo adalah kadal yang lincah dan haus darah, padahal sebenarnya walaupun memang lincah, komodo adalah hewan yang terbilang cukup malas dan ia lebih sering memakan bangkai dibandingkan berburu hewan. Penyerangan terhadap manusia sangat jarang terjadi, walaupun sempat tercatat ada beberapa kasus yang menyebabkan korban manusia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tapi tidak sampai sehitungan jari-jari di tangan saya.

Jadwal makan komodo hanya sekitar 12 kali dalam setahun karena metabolismenya yang lambat, jadi jadwal berburunya juga tidak sesering hewan karnivora lainnya, misal: singa. Dapat dikatakan bahwa apabila dalam satu ekosistem yang bisa menampung beberapa lusin singa, akan dapat menampung sekitar 4000 ekor komodo, yang 350 di antaranya adalah komodo betina. Oh ya, fakta menarik lainnya: komodo adalah hewan yang memiliki sifat partenogenesis, hewan yang dapat bertelur walaupun tidak ada pejantan.

Menurut penelitian National Geographic, sebenarnya gigitan komodo tidak sekuat gigitan buaya, bahkan dikatakan mirip dengan gigitan kucing rumah. Rahang komodo tidak didesain untuk menghancurkan tulang, apabila ia mencoba untuk menghancurkan tulang buruannya maka rahangnya sendirilah yang akan hancur. Namun sistem gigitannya itu yang mematikan, istilahnya "gigit dan tarik" bagaikan alat pembuka kaleng, tak diragukan lagi bahwa buruan yang tergigit biasanya mati karena kehabisan darah.

Selain itu, apabila buruan sang komodo ini berhasil melarikan diri setelah tergigit, ratusan bakteri yang berasal dari ludah komodo pun secara perlahan akan menginfeksi luka buruannya dalam waktu 24 jam. Yep, ludahnya saja bersifat mematikan. Tak heran, apabila ada pelancong yang ingin berwisata ke tempat para komodo, mereka harus didampingi oleh para jagawana yang telah berpengalaman.

Taman Nasional Komodo, Rumah Nyaman Para Kadal & Spesies Bawah Laut
Kita sebagai warga negara Indonesia boleh turut berbangga bahwa habitat asli hewan langka ini terdapat di negara kita, sehingga banyak wisatawan asing yang khusus datang ke Indonesia hanya untuk melihat komodo liar (yang disebut "ora" dalam bahasa lokal).

Apabila Anda telah membaca fakta-fakta menarik di atas dan tetap berani untuk berjumpa dengan para kadal raksasa tersebut, Anda dapat mengunjungi Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di antara Pulau Sumbawa (NTB) dan Pulau Flores (NTT).

Taman Nasional Komodo ini terdiri dari tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar, beserta puluhan pulau kecil di sekitarnya. Selain komodo, Taman Nasional Komodo juga memiliki kekayaan biota laut yang amat beraneka ragam dan luar biasa indah. Sebagai rumah dari sekitar 365 lebih spesies bawah laut (bervariasi dari koral, hutan bakau, ratusan ikan, lumba-lumba, paus, penyu, dan masih banyak spesies lainnya), maka salah satu aktivitas utama yang wajib dilakukan selama di sana adalah diving dan snorkeling.

Salah satu titik penyelaman yang paling terkenal adalah di sekitar Pulau Merah atau Pulau Pink, pulau ini dinamakan demikian karena memiliki pasir berwarna merah muda yang cantik sekali. Selain Pulau Merah, titik penyelaman favorit lainnya adalah Batu Bolong dan Pulau Tatawa.



Scuba diving at Komodo National Park
| by
Ilse Reijs and Jan-Noud Hutten

Keunikan Taman Nasional Komodo sebagai satu-satunya habitat liar komodo di dunia - sekaligus sebagai lokasi yang memiliki kekayaan biota laut yang menakjubkan

Daftar Negara Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Indonesia

Salah satu hal yang saya dan teman-teman perhatikan saat merencanakan backpacking ke luar negeri adalah: Mencaritahu mana saja negara-negara BEBAS VISA bagi pemegang paspor Indonesia.

Tujuannya? Supaya tidak ada biaya pengurusan visa, tentunya. Lumayan, kan budget jalan-jalan jadi lebih gede. Hehehe...

Catatan Penulis : Berhubung saya belum pernah mengurus visa, jadi artikel ini tolong diralat aja ya kalau ada yang salah. Masih amatiran nih, hehehe. Ini penangkapan saya saja dari baca-baca informasi di internet.


Visas on a Passport.sumber : fotosearch.com

Pertama, apa sih "Visa"?

"Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu." - Wikipedia
Kemudian ada istilah "bebas visa" dan ada "visa on arrival".

Bebas visa, artinya hanya perlu paspor saja untuk masuk ke negara tersebut.

Visa on Arrival (VoA), artinya setelah pemegang paspor tiba di bandara negara yang menerapkan VoA, pemegang paspor diwajibkan untuk mengurus visa dan membayar sejumlah biaya administrasi untuk bisa masuk ke dalam negara tersebut. Jadi, tidak perlu mengajukan permohonan visa ke Kedubes di negara asal, karena bisa langsung mengurus di negara tujuan. Biasanya VoA ini diperbolehkan untuk kunjungan singkat saja, seperti berlibur atau kunjungan sosial.

Dari berbagai sumber yang saya temukan, ada beberapa negara BEBAS VISA bagi pemegang paspor Indonesia (telah ditandai dengan cetak tebal):

Asia
  1. Brunei : 14 hari
  2. Kamboja : 30 hari
  3. Hong Kong : 30 hari
  4. Iran : 7-15 hari (VoA dengan Surat Sponsor)
  5. Yordania : 30 hari (VoA)
  6. Laos : 15-30 hari (VoA)
  7. Macau : 30 hari
  8. Malaysia : 30 hari
  9. Maladewa/Maldives : 30 hari (VoA)
  10. Nepal : 30-60 hari (VoA)
  11. Oman : 30 hari (VoA)
  12. Filipina : 21 hari
  13. Singapura: 30 hari
  14. Sri Lanka : 30 hari (VoA)
  15. Thailand : 30 hari
  16. Timor Leste : 30 hari (VoA)
  17. Vietnam : 30 hari
Afrika
  1. Maroko : 90 hari
  2. Mozambique : 30 hari (VoA)
  3. Seychelles : 30 hari
  4. Tanzania : 3 bulan (VoA)
  5. Tazmania : 3 bulan (VoA)
  6. Zimbabwe : 3 bulan (VoA)
Oseania
  1. Kepulauan Cook : 31 hari
  2. Fiji : 120 hari
  3. Mikronesia : 30 hari
  4. Niue : 30 hari (VoA)
  5. Palau : 30 hari (VoA)
  6. Samoa : 60 hari
Amerika Selatan
  1. Chile : 90 hari
  2. Kolombia : 90 hari
  3. Ekuador : 90 hari
  4. Haiti : 3 bulan
  5. Peru : 90 hari
Amerika Utara
  1. Bermuda : 90 hari
  2. Saint Vincent & Grenadines : 1 bulan
Eropa
  1. Armenia : 120 hari (VoA)
  2. Georgia : 90 hari (VoA)
  3. Kosovo : 90 hari
  4. Turki : 30 hari

Yak! Ternyata banyak juga ya?? Mudah-mudahan informasinya bener nih. Karena dari berbagai sumber jadi banyak yang beda-beda juga informasinya. Jadi nanti dicek ulang lagi aja ke website negaranya ya.

Sebagai catatan, pastikan paspor Anda memiliki masa berlaku minimal 6 bulan sebelum hari keberangkatan. Seringkali imigrasi menolak paspor yang masa berlakunya sebentar lagi habis.

Minggu, 19 Juni 2011

Backpacking Glosarry

"Glossary", atau "glosarium" dalam Bahasa Indonesia, adalah daftar kata atau istilah yang terkait dengan topik tertentu. Menyadari bahwa banyak istilah yang bersangkutan dengan backpacking dalam bahasa Inggris dan belum ada terjemahan Bahasa Indonesia-nya yang tepat (sehingga tidak semua orang familiar dengan istilah-istilah tersebut), kali ini saya akan mendaftar beberapa istilah tersebut.

B
BackpackersBackpack:
Ransel atau carrier yang digunakan para backpacker dalam melakukan perjalanan. Dapat dibilang backpack adalah "rumah" para backpacker yang sedang melakukan perjalanan. Tujuan penggunaan backpack adalah agar memudahkan mobilitas, tidak perlu menggeret-geret koper yang berat, terutama karena backpacking adalah kegiatan yang membutuhkan mobilitas tinggi (contoh: naik turun kendaraan umum, naik tangga di penginapan yang tidak memiliki fasilitas lift, dsb).

Backpacker:
Orang yang melakukan kegiatan backpacking dan berorientasi kepada low budget traveling atau melakukan perjalanan dengan dana terbatas.

Backpacking:
Kegiatan melakukan perjalanan dengan menggunakan backpack. Pada umumnya yang dicari dalam kegiatan backpacking adalah mencari pengalaman dan unsur petualangan dalam mengeksplorasi suatu tempat. Lihat di sini untuk definisi "backpacking" yang lebih mendalam.

Budget travel:
Istilah lain dari backpacking, intinya adalah melakukan perjalanan dengan biaya terbatas tanpa mengurangi unsur bersenang-senang sekaligus mencari pengalaman.

Budget/Low-cost airlines:
Maskapai penerbangan yang memberikan harga ekonomis dalam penjualan tiket pesawatnya, oleh karena itu fasilitas yang diberikan biasanya amat terbatas, apalagi bila dibandingkan maskapai penerbangan konvensional lainnya. Beberapa low-cost airlines yang terkenal saat ini dan beroperasi di Indonesia adalah AirAsia, Jet Star, Tiger Airways, dan Cebu Pacific.


C
Career BreakCareer break:
Periode istirahat (time out period) dari pekerjaan. Career break umum ditemukan di UK dan US, dan sayangnya career break ini masih tidak umum dilakukan di Indonesia. Secara tradisional, career break digunakan untuk para ibu dalam membesarkan anak-anaknya, namun dewasa ini banyak digunakan untuk pengembangan pribadi/profesional, salah satunya adalah untuk melakukan perjalanan. Biasanya jangka waktu career break bervariasi, mulai dari sebulan hingga dua tahun. Sumber: Wikipedia
Couchsurfing:
CouchSurfing adalah jaringan pertemanan yang memiliki komunitas dengan minat yang sama, yakni traveling. CouchSurfing merupakan salah satu cara untuk berkeliling dunia dengan cara hemat dan seru. Para pejalan dapat menginap dengan gratis di rumah para couchsurfer, timbal baliknya adalah Anda mendapatkan teman warga lokal dan pengalaman hidup seperti warga lokal. Selain CouchSurfing, adapula Hospitality Club yang memiliki konsep serupa.


D
DaypackDaypack:
Daypack adalah ransel yang ukurannya lebih kecil dari backpack/carrier. Digunakan para backpacker untuk perjalanan sehari-hari berkeliling kota. Tinggalkan backpack Anda yang berat di hostel, dan gunakan daypack untuk kemudahan mobilitas!


G

Gap YearGap year:
Konsep gap year serupa dengan career break. Namun pelakunya adalah pelajar yang baru lulus sekolah/kuliah dan menyediakan waktu lowong untuk melakukan perjalanan sebelum memulai sekolah lagi ataupun sebelum memasuki dunia kerja. Gap year ini amat umum dan dianjurkan di negara Barat. Destinasi perjalanan yang umum ditempuh adalah berkeliling Eropa atau Asia Tenggara. Sumber: Wikipedia

Globetrotter/globehopper:
Istilah untuk para pejalan yang seringkali melakukan perjalanan keliling dunia ke banyak negara.


H
HostelHostel:
Penginapan dengan harga ekonomis yang biasanya digunakan oleh para backpacker. Tipe kamar hostel ada dua jenis: private dan dormitory. Pada umumnya hostel memiliki ruang bersama dan para pejalan dapat memasak sendiri. Living in a Hostel memiliki penjelasan yang cukup informatif mengenai jenis penginapan ini.


I

Independent travel:
Perjalanan independen adalah perjalanan tanpa menggunakan bantuan biro travel. Dari perencanaan perjalanan hingga perencanaan dana dilakukan sendiri oleh pejalan. Biasanya dilakukan oleh para pejalan yang menginginkan waktu lebih banyak dalam mengeksplor suatu tempat. Perjalanan independen ini umum dilakukan oleh para backpacker.


R
RTW TripRTW trip:
Singkatan dari Round-The-World trip, yakni perjalanan mengelilingi dunia.


S
Sabbatical
:
Serupa dengan career break dan gap year, sabbatical adalah periode istirahat dari aktivitas wajib sehari-hari untuk fokus dalam mengembangkan diri secara pribadi maupun profesional.


T
Travel BugTravel bug:
Istilah yang artinya adalah dorongan kuat untuk terus melakukan perjalanan dan mengeksplor tempat-tempat baru.


V
Vagabond
:
Orang yang seringkali melakukan perjalanan dan nomaden, yakni tidak memiliki tempat tinggal yang tetap karena seringnya bepergian.


W
Wanderlust
:
Serupa dengan travel bug, wanderlust adalah dorongan kuat untuk terus melakukan perjalanan dan mengeksplor tempat-tempat baru.


+ + + + +

Ada yang ingin menambahkan? Oh ya, karena glosarium ini hanya berdasarkan pemahaman saya, harap maklum ya apabila ada kesalahan dan saya harapkan koreksinya. :)

20 tips untuk Solo Traveller

20 Solo Travel Tips for Women (and Men)
Ingin mencoba solo traveling (dan menemukan Felipe Anda, jika beruntung)? Merangkum dari berbagai sumber, di bawah ini ada beberapa tips untuk para solo traveler pemula:

Keselamatan dan Keamanan
(1) Selalu cari tahu lebih dahulu tentang budaya yang terdapat di daerah tersebut.
(2) Cobalah bersikap seperti warga lokal.
(3) Hindari menggunakan pakaian yang terlalu terbuka dan gadget yang terlihat mahal, bersikaplah konservatif dan sederhana.
(4) Yakinkan bahwa ada seseorang yang tahu di mana Anda berada, baik itu resepsionis hostel maupun teman Anda. Jangan lupa tinggalkan draft itinerary Anda kepada orang rumah.
(5) Ketahui dan pelajari bahasa percakapan lokal mendasar. Atau selalu bawalah buku percakapan dasar ke manapun Anda pergi.
(6) Gunakan cincin kawin (walaupun Anda belum menikah), ini berguna untuk mencegah datangnya gangguan tertentu untuk para solo traveler wanita.
(7) Percayai insting Anda. Apabila insting Anda mengatakan bahwa sesuatu itu berbahaya, hindari secepat mungkin.
(8) Gunakan tanda "Do Not Disturb" ("Jangan Diganggu") di pintu kamar Anda.
The Joy of Being Alone(9) Saat makan di luar, ambillah tempat duduk di pojok cafe/restoran yang memiliki pemandangan keluar.
(10) Bawalah bacaan atau jurnal untuk menulis sebagai pengisi waktu saat Anda menunggu sesuatu maupun sedang bersantai.
(11) Nikmatilah mengamati orang yang lalu lalang beserta kesibukannya masing-masing, juga asahlah "the fine art of eavesdropping" (seni mencuri dengar) Anda.

Merasa kesepian?
(12) Teleponlah keluarga atau teman Anda di rumah.
(13) Cari sambungan internet dan buka akun Facebook Anda untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman di rumah.
(14) Sebelum berangkat jalan-jalan, bawalah sarung bantal Anda dari rumah dan gunakan di kamar tempat Anda menginap. Terkadang membawa satu benda yang familiar dengan tempat asal Anda akan sedikit mengobati homesick.
(15) Buatlah network sebelum Anda bepergian, baik itu dari temannya teman, kenalan orangtua Anda, dan semacamnya. Paling tidak Anda akan merasa aman apabila di tempat tujuan ada seseorang yang bisa Anda hubungi segera bila terjadi sesuatu.
(16) Keluar dari kamar Anda dan buatlah teman baru.

Mari Berteman
(17) Siap-siap untuk nongkrong di common room hostel Anda dan mulailah mencari teman mengobrol, carilah para backpacker yang terlihat santai dan ramah untuk diajak mengobrol.
(18) Bergabunglah dengan guided tour agar bertemu dengan traveler lainnya.
(19) Ikuti kelas yang terkadang disediakan oleh pihak hostel, contohnya: kelas memasak makanan Thailand, kelas yoga di India, dan sejenisnya.
(20) Senyum dan bertanyalah. Terkadang satu pertanyaan akan menjadi awal dari sebuah percakapan yang menyenangkan dengan seorang teman baru.

Akhir kata, mengutip Marybeth Bond, seorang travel writer dan female solo traveler berpengalaman:
"Be brave and take the plunge - try traveling solo, you may become a convert. Remember, it is better to BE alone than to wish you WERE alone."